PADANG
– Departement Agama, departement yang hampir dimiliki oleh semua organisasi yang ada termasuk
organisasi kemahasiswaan. STKIP PGRI Padang satu diantara perguruan tinggi yang
memiliki oraganisasi kemahasiswaan seperti HIMA, BEM, LDK, dan lain sebagainya. Departement Agama satu diantara banyak
departement yang ada pada setiap organisasi tersebut. Memiliki visi dan misi
tertentu. Randi Purnama Putra, Co.
Departement Agama Himapindo, mengemukakan visi dan misi dari Departement Agama
tersebut. Ia mengatakan “Visi dari Departement Agama Himapindo adalah membentuk
kepribadian mahasiswa yang islami dan bertaqwa kepada Tuhan YME, sedangkan misi
dari Departement tersebut adalah bagaimana mahasiswa tersebut tidak hanya
mengutamakan kegiatan umum saja tetapi juga dikaitkan dengan keagamaan. Selain
itu juga memberikan sebuah pengembangan diri tentang agama kepada mahasiswa
lain”.
Departement Agama
Himapindo tidak terlalu banyak melakukan program kerja. Program kerja yang
biasa dilakukan seperti pembuatan imsakiah bulan ramadhan, mengadakan acara
pada peringatan hari besar islam dan insyaallah pada bulan desember 2012 juga
akan mengadakan lomba Asmul Husnah dan puisi islam untuk semua prodi. Selain
Departement Agama Himapindo, LDK juga mempunyai program kerja tertentu seperti
pembuatan imsakiah, spanduk pada bulan ramadhan, mengadakan acara peringatan hari
besar dan MTQ antar SMA se kota Padang. Selain itu juga bekerja sama dengan UKM
LDK untuk melakukan taksif 1 kali sebulan.
Melakukan setiap
kegiatan pasti tidak akan mulus-mulus saja. Pasti ada kendala atau permasalahan
yang kerap kali dialami. Begitupun dengan kedua Departement Agama ini. Seperti
yang dialami oleh Departement Agama Himapindo, walaupun hanya masalah kecil yaitu
berupa ketidak disiplinan para anggota. Dimana sebaiknya para anggota
harushadir semua, nmaun karena ketidak disiplinan membuat pemutusan hasil rapat
menjadi tidak setabil. Begitu pun dengan pengakuan, Felia Siska, Co.
Departement Agama LDK, “Kami juga kerap kali mengalami permasalahan dalam
menjalani setiap kegiatan seperti dalam pembuatan imsakiah ramadhan mahasiswa
sudah banyak yang pulang sehingga penyebaran menjadi tidak merata dan
sosialisasi terhadap dosen pun kurang”.
Permasalahan yang
mereka alami tidak hanya sekedar itu saja. Mereka melihat antusias dari
mahasiswa lain mengenai acara yang berbasis agama tersebut masih kurang hanya
berkisar 50% saja. Mengapa demikian karena menurut mereka mahasiswa yang lain
banyak menganggap acara tersebut tidak asyik, tidak gokil, terlalu monoton, dan
membosankan. Muhammad Muis satu diantara mahasiswa STKIP PGRI Padang,
berpendapat “Antusias mahasiswa mengenai acara keagamaan yang diadakan hanya
berkisar 35% saja”.
Ia juga mengatakan,
“Antusias mahasiswa yang kurang terjadi karena pihak yang mengadakan acara
tidak menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Dari pihak panitia pun
tidak bisa mempromosikan atau menyebarkan informasi dengan biak. Membuat
kurangnya peminat atau mahasiswa yang tertarik akan acara keagamaan yang
dibuat. Muhammad Muis, mewakili mahasiswa lain yang lain tentang harapan
mengenai acara-acara yang akan diselenggarakan oleh setiap Departement Agama
yang ada. Harapannya yaitu, “Acara yang dielenggarakan dapat lebih divariasikan
dan dapat menghadirkan narasumber-narasumber yang terkenal agar acara lebih
menarik”. Mendengar itu semua Felia Siska, Co. Depertement Agama LDK
mengatakan, “Sekarang saya sudah melihat adanya kemajuan atas peningkatan minat
mahasiswa akan acara yang diadakan karena tim pelaksana sudah lebih kreatif
dalam melaksanakan setiap kegiatan”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar