Minggu, 06 Januari 2013

ACARA KEAGAMAAN DIKESAMPINGKAN


PADANG – Departement Agama, departement yang hampir dimiliki oleh semua organisasi yang ada termasuk organisasi kemahasiswaan. STKIP PGRI Padang satu diantara perguruan tinggi yang memiliki oraganisasi kemahasiswaan seperti HIMA, BEM, LDK, dan lain sebagainya. Departement Agama satu diantara banyak departement yang ada pada setiap organisasi tersebut. Memiliki visi dan misi tertentu.  Randi Purnama Putra, Co. Departement Agama Himapindo, mengemukakan visi dan misi dari Departement Agama tersebut. Ia mengatakan “Visi dari Departement Agama Himapindo adalah membentuk kepribadian mahasiswa yang islami dan bertaqwa kepada Tuhan YME, sedangkan misi dari Departement tersebut adalah bagaimana mahasiswa tersebut tidak hanya mengutamakan kegiatan umum saja tetapi juga dikaitkan dengan keagamaan. Selain itu juga memberikan sebuah pengembangan diri tentang agama kepada mahasiswa lain”.

Departement Agama Himapindo tidak terlalu banyak melakukan program kerja. Program kerja yang biasa dilakukan seperti pembuatan imsakiah bulan ramadhan, mengadakan acara pada peringatan hari besar islam dan insyaallah pada bulan desember 2012 juga akan mengadakan lomba Asmul Husnah dan puisi islam untuk semua prodi. Selain Departement Agama Himapindo, LDK juga mempunyai program kerja tertentu seperti pembuatan imsakiah, spanduk pada bulan ramadhan, mengadakan acara peringatan hari besar dan MTQ antar SMA se kota Padang. Selain itu juga bekerja sama dengan UKM LDK untuk melakukan taksif 1 kali sebulan.

Melakukan setiap kegiatan pasti tidak akan mulus-mulus saja. Pasti ada kendala atau permasalahan yang kerap kali dialami. Begitupun dengan kedua Departement Agama ini. Seperti yang dialami oleh Departement Agama Himapindo, walaupun hanya masalah kecil yaitu berupa ketidak disiplinan para anggota. Dimana sebaiknya para anggota harushadir semua, nmaun karena ketidak disiplinan membuat pemutusan hasil rapat menjadi tidak setabil. Begitu pun dengan pengakuan, Felia Siska, Co. Departement Agama LDK, “Kami juga kerap kali mengalami permasalahan dalam menjalani setiap kegiatan seperti dalam pembuatan imsakiah ramadhan mahasiswa sudah banyak yang pulang sehingga penyebaran menjadi tidak merata dan sosialisasi terhadap dosen pun kurang”.

Permasalahan yang mereka alami tidak hanya sekedar itu saja. Mereka melihat antusias dari mahasiswa lain mengenai acara yang berbasis agama tersebut masih kurang hanya berkisar 50% saja. Mengapa demikian karena menurut mereka mahasiswa yang lain banyak menganggap acara tersebut tidak asyik, tidak gokil, terlalu monoton, dan membosankan. Muhammad Muis satu diantara mahasiswa STKIP PGRI Padang, berpendapat “Antusias mahasiswa mengenai acara keagamaan yang diadakan hanya berkisar 35% saja”.

Ia juga mengatakan, “Antusias mahasiswa yang kurang terjadi karena pihak yang mengadakan acara tidak menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Dari pihak panitia pun tidak bisa mempromosikan atau menyebarkan informasi dengan biak. Membuat kurangnya peminat atau mahasiswa yang tertarik akan acara keagamaan yang dibuat. Muhammad Muis, mewakili mahasiswa lain yang lain tentang harapan mengenai acara-acara yang akan diselenggarakan oleh setiap Departement Agama yang ada. Harapannya yaitu, “Acara yang dielenggarakan dapat lebih divariasikan dan dapat menghadirkan narasumber-narasumber yang terkenal agar acara lebih menarik”. Mendengar itu semua Felia Siska, Co. Depertement Agama LDK mengatakan, “Sekarang saya sudah melihat adanya kemajuan atas peningkatan minat mahasiswa akan acara yang diadakan karena tim pelaksana sudah lebih kreatif dalam melaksanakan setiap kegiatan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar