Rabu, 20 Maret 2013

ANGKATAN BALAI PUSTAKA


Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920. Dimana Angkatan Balai Pustaka ini  dikeluarkan sendiri oleh penerbit Balai Pustaka. Pada Angkatan Balai Pustaka ini Prosa, seperti roman, novel, cerita pendek dan drama serta puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.
Balai Pustaka didirikan  untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak, dan bahasa Madura.
Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.[2]
Pada masa ini, novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Dalam perkembangannya, tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu.
Ciri – ciri Angkatan Balai Pustaka
1.    Gaya penceritaan terpengaruh oleh sastra Melayu yang mendayu-dayu.
2.    masih menggunakan bahasa klise seperti peribahasa dan pepatah-petitih.
3.     Menggambarkan tema pertentangan paham antara kaum tua dan kaum muda, soal pertentangan adat, soal kawin paksa, permaduan.
4.    Soal kebangsaan belum mengemuka, masih bersifat kedaerahan.
5.     Puisinya berupa syair dan pantun
6.     Isi karya sastranya bersifat didaktis
7.      Alirannya bercorak romantik
Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:


SALAH SATU KARYA ANGKATAN BALAI PUSTAKA
 ADALAH AZAB DAN SENGSARA
(MERARI SIREGAR)

            Karya sastra ini dimasukkan kedalam Angkatan Balai Pustaka karena:
1.      Masih berisikan tentang kawin paksa.
2.      Dalam novel ini juga ada tentang pertentangan antara kaum muda dan kaum tua.
3.      Novel ini juga masih bersifat kedaerahan.
4.      Didalam novel ini juga msih berisikan tentang kesengsaraan.
5.      Novel ini juga bersifat romantik.
6.      Novel ini juga menceritakan tentang kehidupan dua sejoli yang tidak bisa hidup bersama. Dimana dalam novel ini dijelaskan tentang Mariamin danAminudin yang tidak bisa hidup bersama karena Mariamin dijodohkan dengan orang lain yang tidak dia cintai.
7.      Tokoh utama dalam novel ini pada akhir cerita di matikan.

1 komentar: